Rabu, 26 Januari 2011

MISTERI REZEKI


Sahabatqu sekalian yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adalah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Sahabat, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Sahabat, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Sahabat, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
Akhir kata, mari abdikan sebagian rizki dengan sedekah. Semoga bermanfaat, Amiiien

dikutip dari ikhwan Blog

Selasa, 18 Januari 2011

Memanfaatkan Usia



Memanfaatkan Usia

Di antara karunia Allah yang paling berharga bagi manusia adalah usia, waktu, dan kesempatan hidup. Dengan ketiga hal itu manusia bisa berkarya, mengukir prestasi, beribadah, dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jika orang Barat berkata bahwa waktu adalah uang (time is money), lalu bangsa Arab mengibaratkan waktu laksana pedang yang jika tidak ditebas ia akan menebas, Islam mengajarkan waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan.

Sumpah Allah dengan keseluruhan waktu menjadi petunjuk atas hal itu. Dalam Al-Quran Allah bersumpah dengan waktu fajar, Subuh, dhuha, siang, asar, dan malam. Di samping untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sumpah Allah dengan waktu merupakan isyarat agar manusia mempergunakan waktu yang dimiliki secara optimal.

Allah berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, nasihat-menasihati dengan kebenaran, serta nasihat-menasihati dalam kesabaran ” (QS. Al-Ashr [103]: 1-3).

Ketika Rasulullah SAW ditanya, “Siapa manusia terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang usianya dan baik amalnya.” Beliau kembali ditanya, “Lalu siapa manusia terburuk?” Jawab Rasul, “Orang yang panjang usianya tetapi jelek amalnya.” (HR at-Tirmidzi).

Karena itu, generasi saleh terdahulu begitu menghargai waktu. Usia singkat yang Allah karuniakan pada mereka benar-benar dimanfaatkan untuk amal-amal positif, hingga melahirkan banyak karya yang monumental.

Misalnya, sahabat yang bernama Sa’ad ibn Mu’adz. la masuk Islam pada usia 30 tahun dan meninggal pada usia 37 tahun. “Singgasana Tuhan berguncang karena kematian Sa’ad ibn Mu’adz,” begitu komentar Rasulullah atas kematian Sa’ad. Meski hanya tujuh tahun bersama Islam, ia telah memberikan kontribusi besar dalam jihad dan dakwah Islam.

Contoh lainnya, Imam Nawawi yang berusia tidak lebih dari 40 tahun, tetapi berhasil menulis sekitar 500 buku. Salah satunya kitab Riyadhus Shalihin yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Lewat karya-karya dan jasa yang ditorehkan itu, hidup mereka membentang hingga akhir zaman, jauh melampaui usia biologisnya.

Mereka itulah teladan umat yang mampu meresapi keluhuran ajaran Nabi SAW dalam sabdanya, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa dipergunakan, hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan, serta ilmunya dalam hal apa ia amalkan.” (Hadis Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi).
di Ungguh dr Ikhwan bin Taro

Kamis, 13 Januari 2011

FIQHUL JUM'AT


FIQHUL JUM'AT.


Tausyiah Jumu’ah

  1. Dasar Hukum Shalat Jum'at.

· Qs.62:9. Bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Shalat Juma'at adalah hak yg wajib ditunaikan bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali 4 gol yaitu;

hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan org sakit" (HSR.A.Dawud 1054, dll, dari Thariq bin Syihab. Shahih Jami'us Shaghir 3111).

· "Dari Ibnu Umar. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Musafir tdk wajib melaksanakan Jum'at".(HSR.Daruquthni II/4 No. 4).

  1. Ancaman bagi yg meninggalkan shalat Jum'at tanpa uzdur :

· "Hendaklah org itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum'at atau Allah 'Azza wa Jalla benar benar menutup rapat hati mereka, lalu mereka benar benar menjadi orang orang yg lalai".(HR.Muslim 865.An Nasa-i III/88).

· "Barangsiapa meninggalkan shalat Jum'at tiga kali tanpa udzur, niscaya Allah akan menutup hatinya". (HHS.Shahih A.Dawud 923, Tirmidzi 498, Ibnu Majah 1125).

· "Barangsiapa meninggalkan shalat Jum'at tiga kali tanpa udzur ,niscaya dia tercatat dalam golongan orang orangmunafik" (HR.Thabrani dlm Al Kabir 422. Shahihul Jami'ush Shaghir 6144).

  1. Keutamaan hari Jum'at.

· "Sebaik baik hari yg padanya terbit matahari adalah hari Jum'at. Pada hari itu Nabi Adam 'alaihis salam diciptakan, pada hari itu beliau dimasukkan dan dikeluarkan dari surga. Dan Kiamat tidak akan terjadi kecuali hari Jum'at".(HSR.Muslim 854).

· "Barangsiapa yg mandi di hari Jum'at kemudian berangkat lbh awal, berjalan tanpa kendaraan, lalu mendekat ke imam utk mendengarkan khutbah dg khusyu', niscaya pada tiap tiap ayunan langkahnya bernilai pahala setahun".(HSR.Shahih Abu Dawud 333.Shahih Ibnu Majah 891).

  1. Yang harus dilakukan bagi laki laki yg hendak shalat Jum'at.

· Mandi, "Mandi Hari Jum'at wajib bagi setiap orang yg baligh".(Bukhari 858.Muslim 846).

· Segera ke Masjid.

Shalat Tahiyyatul Masjid, walaupun imam sedang khutbah. "Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, hendaklah dia tidak duduk, kecuali telah mengerjakan shalat dua rakaat". (Muttafaq Alaih, Bukhari 1110. Muslim 714).

Disunnahkan shalat sunnah intizhar (menunggu,.maksudnya sambil menunggu imam berkhutbah), dua rakaat atau lebih semampunya. "Barangsiapa yg mandi spt mandi junub, kemudian datang ke masjid utk shalat jum'at, lalu dia shalat intizhar semampunya, kemudian memperhatikan imam hingga selesai khutbahnya, kemudian shalat bersamanya, niscaya diampuni dosa dosanya yg terjadi antara jumat itu dg jumat berikutnya ditambah tiga hari".(HSR.Muslim 857. Shahih Jami'ush Shaghir 6062).

· Wajib mendengarkan khutbahnya imam dan haram berbicara. "Apabila engkau berkata kpd temanmu: “Diamlah !” Pada hari Jumat dimana imam sdg khutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia sia", (HSR.Shahih ibnu Majah 911, An Nasa-i III/112.).

· Disunnahkan shalat empat atau dua rakaat sesudah shalat Jum'at. "Apabila salah seorang dari kalian shalat Jum'at, maka shalatlah sesudahnya empat rakaat".(HSR.Muslim 882.Tirmidzi 552). Cara Shalat sunnatnya : dua rakaat + dua rakar." Dari Ibnu Umar: Nabi shalat dua rakaat sesudah juma'at di rumahnya". (Muttafaq Alaih.Bukhari, Fathul Bari 937.Muslim 71 & 822).


5. Bagi laki laki atau wanita disunnahkan pada hari jum'at utk :

· Membaca Qs.18. Al Kahfi. "Barangsiapa membaca Surat Al Kahfi pada hari Jum'at, niscaya bacaan tsb menjadi cahaya baginya yang meneranginya antara dua Jum'at" (HSR.Hakim dlm al Mustadrak II/368.Baihaqi. III/249, Shahih al Jami'ush Shaghir 6470, Irwa-ul Ghalil 626).

· Memperbanyak shalawat utk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."Pada hari Jum'at Nabi Adam alaihis salam diciptakan, pada hari itu dicabut nyawanya, pada hari sangkakala ditiupkan, dan pada hari itu Kiamat akan terjadi. Maka perbanyaklah shalawat untukku pada hari itu, krn shalawatmu akan ditampakkan untukku.
Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami ditunjukkan kpdmu, padahal engkau sdh menjadi tulang belulang?? Beliau bersabda : "Sesusngguhnya Allah 'Azza wa Jalla mengharamkan tanah memakan jasad para Nabi". Pada lafazh itu malaikat akan menyampaikan shalawat kalian kpdku.(I.Majah 889.Nasai III/91).

· Memperbanyak doa pada hari Jumat, terutama pada waktu ashar. “Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana tidak mendapati seseorang mukmun mendirikan shalat dan meminta sesuatu kepada Allah ta’ala melainkan Allah akan mengabulkan.

Beliau mengisyaratkan dg tangannya, menunjukkan sedikit/singkatnya waktu itu” (Muttafaqa alaih. Bukhari 935, Muslim 852)

Hari Jum'at, setiap hamba muslim memohon apapun kepada Allah “azza wajalla, pada hari itu pasti Allah memenuhi permohonannya.

Karena itu carilah emas itu pada akhir waktu sesudah shalat ashar” (HR Muslim 853, AlHakim berkata hadist ini shahih menurut syarat Muslim, Shahih Targhib wat Tarhib 705).

Wabillahit taufiq wal hidayah. Selamat menjalankan. Taqaballahu minna wa minkum.
(AlfaqirLillah : Salim Bin Yahya Qibas)


Semoga b'manfaat Mayong R. InsyaAllah

Khusnul Khotimah


Khusnul Khotimah

Pertanyaan:

Seorang teman akrab saya, pintar, sukses dan kaya. Hidupnya penuh keberuntungan, dan sepertinya hidupnya tidak pernah punya permasalahan.

Orangnya sangat simpatik dalam pergaulan, sangat loyal kepada perkawanan, tidak pernah menolak untuk menolong temannya yang dalam kesulitan, sepertinya bagi dia menolong setiap orang temannya atau bukan temannya tidak pernah menjadi masalah baginya.

Saya sendiri sudah tak tertolong banyaknya dibantu oleh dia. Sehingga kadang-kadang saya malu untuk minta bantuan lagi, tapi karena kesulitan hidup berkali-kali saya terpaksa minta tolong dia lagi. Dan selalu saja dia memberikan bantuan tanpa banyak cincong.

Hal itu bukan saja terhadap saya yang memang teman akrabnya semenjak SD tetapi juga terhadap teman-teman yang lain, apalagi terhadap sanak familinya, tangannya selalu terbuka.

Dan yang hebatnya lagi dia selalu memberikan bantuan itu dengan tulus, dengan senyum tanpa pernah menunjukkan keberatan dan memberi nasehat seperti kalau kita meminta bantuan dengan teman yang lain ataupun ketika kita meminta bantuan dengan sanak famili.

Jangan tanya dalam hal membantu anak yatim ataupun dalam membantu pembangunan masjid dan musholla, dia dikenal dimana-mana sebagai donatur yang selalu terbuka memberikan bantuan.

Hanya saja …… teman akrab saya itu belum menjalankan perintah agama dengan tertib dan taat. Shalatnya kadang-kadang saja. Kalau puasa ramadhan, hanya dihari pertama dan dihari terakhir saja. Tapi, dalam soal zakat dia sangat taat.

Yang lain lagi hidupnya glamour dari pelukan perempuan yang satu kepelukan perempuan yang lain Dalam soal ini istermya cukup makan hati. Namun keharmonisan keluarga dan rumah tangganya terpelihara. Karena pada akhirnya loyalitasnya adalah pada istri dan rumah tangganya.

Bila hal itu saya singgung kepadanya, dengan serius dia menjawab : “Sabar sobat, sekarang saya lagi muas-muasin kehidupan. Kapan lagi kita menikmati hidup, dimasa muda ini kan?

Nanti, kalau umur saya udah 45 tahun, saya akan pergi haji, dan belajar agama dengan serius, sehingga diumur 50 tahun nanti saya sudah boleh menyandang kiyai haji, dan saat itu saya akan punya pesantren sendiri. Pendeknya, akhir hidupku nanti khusnul khatimah!”, demikian jawabannya berulang-ulang kepada saya. bila menyinggung gaya hidupnya.

Empat bulan yang lalu teman akrab saya itu meninggal dunia mendadak, karena kecelakan lalu lintas di jalan tol. Umurnya baru 39 tahun. Saya menangisi kematiannya.

Saya menagis karena saya sedih, cita-citanya untuk kiyai haji, untuk punya pesantren sendiri, untuk khusnul khatimah sepertinya tidak tercapai. Betulkah demikian ustadz?

Sebaliknya, saya punya paman adalah seorang yang sangat alim, yang disaat menginjak umur 60 tahun terkena berbagai penyakit, dimulai dengan diabetes, kemudian berkembang menjadi komplikasi ke jantung dan ginjal.

Beliau sempat sakit hampir 6 tahun. Penyakitnya menahun, dan pada waktu akhir-akhir dari kehidupannya, beliau begitu takut kepada kematian dan sepertinya tidak terima, kenapa orang yang sebaik dia, sealim dia, diberikan cobaan hidup yang begitu berat dengan berbagai penyakit?

Ketika beliau meninggal dunia saya juga menangis, saya khawatir beliau tidak khusnul khatimah, karena dimasa-masa akhir kehidupannya dia begitu takut dengan kematian, dan sepertinya tidak bisa menerima atas takdir Allah SWT yang ditimpakan kepadanya.

Saya takut jangan sampai beliau berburuk sangka kepada Allah SWT. Dan hal itu dengan takut-takut pernah saya ingatkan kepada beliau. Dan saya lihat beliau hanya terdiam, kalau hal itu saya ingatkan.

Dalam keadaan yang demikian beliau meninggal dunia, adakah beliau mendapatkan khusnul khatimah?

Jawaban:

Khusnul khatimah, maknanya adalah mengakhiri hidup dengan baik. Yaitu mengakhiri hidup dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Secara logika agama Islam itu mudah sekali, yang penting itu adalah mengakhiri hidup dengan khusnul khatimah. Apakah sepanjang hidupnya yang lain tidak taat, tidak takwa tidak jadi soal. Karena itu memang banyak orang Islam berkata, . …”nanti kalau saya udah tua….saya akan taat”.

Almarhum Prof. Mr Kasman Singodimejo, pernah berkata : “Dalam Islam itu yang penting matinya khusnul khatimah. Hidupnya sebelumnya bejat, nggak jadi soal. Yang penting matinya khusnul khatimah. Tapi masalahnya, tahukah saudara, kapan saudara akan mati?

Kalau saudara tahu: ya boleh saja mengumbar kehidupan semaunya, begitu tiga tahun lagi akan meninggal dunia, langsung hidupnya taat sehingga mendapat khusnul khatimah. Tapi … masalahnya saudara kan tidak tahu kapan saudara mati!

Supaya saudara mati dalam keadaan khusnul khatimah. maka hendaklah hidup dalam taat dan takwa. Karena hanya dengan itu ada jaminan saudara akan mati dalam keadaan khusnul khatimah!”

Lebih lanjut Pak Kasman memberi contoh : “Seperti mahasiswa, yang paling beruntung itu tidak belajar, tapi lulus. Yang normal itu tidak belajar, ya tidak lulus. Yang normal itu belajar dan lulus. Yang malang itu, belajar tapi tidak lulus. Supaya lulus, yang normal ialah dengan belajar. Karena itu mahasiswa yang mau lulus tentulah harus belajar!”.

Nah,…. seperti teman saudara penanya, ternyata maut menjemputnya disaat dia masih jauh dari umur 45 tahun. Apakah dia khusnul khatimah? Wallahu alam, karena hal itu adalah, tergantung kepada Allah SWT. Hanya dari sudut zahirnya, seperti saudara penanya katakan teman itu adalah seorang yang tidak taat dan tidak takwa.

Mengenai paman yang alim, insya Allah beliau mengetahui bahwa setiap orang yang beriman itu akan mendapat ujian. Para nabi dan para rasul saja mendapat berbagai ujian yang berat-berat, dan diantaranya berupa ujian penyakit berat yang menahun.

Bahwasanya orang takut kepada mati adalah wajar. Bahwasanya orang mengeluh ketika mendapat musibah juga adalah normal. Sepanjang ketakutan kepada mati dan keluhan terhadap musibah tidak sampai meninggalkan perintah dan larangan Allah SWT serta tidak berburuk sangka kepada Allah SWT dan takdir-Nya, insya Allah masih berada dalam koridor yang dibolehkan.

“Orang mukmin” itu kata Rasulullah SAW adalah beruntung : “Mereka syukur ketika mendapat nikmat dan sabar ketika mendapat musibah” (HR Imam Muslim) Mudah-mudahan kita semua begitu. Amin.

Sumber : Mimbar Jum'at

Selasa, 11 Januari 2011

Belajar Dari Masjid



Belajar Dari Masjid

Kata ‘masjid’ punya kesamaan akar kata dengan ’sujud’, yaitu dari kata sajada-yasjudu. Masjid berarti tempat bersujud. Sujud merupakan rukun dalam shalat yang mencerminkan kekhusyukan dan ketundukan paling sempurna terhadap Allah SWT. Dalam sebuah hadis shahih disebutkan, “Posisi seorang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud,” (HR Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i).

Dalam kehidupan sosial umat Islam, masjid tidak terbatas hanya untuk shalat, melainkan juga pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembelajaran, dakwah, dan distribusi zakat.

Oleh karena itu, pembangunan masjid di setiap permukiman penduduk Muslim sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membangun masjid sekecil sarang burung (ikhlas) karena Allah SWT, maka Allah membangun untuknya rumah di surga.” (HR At Thabrani dan Al-Bazzar).

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari masjid. Pertama, masjid mengajari kedisiplinan. Saat azan dikumandangkan, kita harus bersegera ke masjid, kemudian merapatkan shaf sebelum dimulainya shalat, serta mengikuti imam dari awal sampai akhir. Ini semua menyimbolkan budaya tepat waktu, kerja sama, dan taat kepada pemimpin.

Kedua, masjid mengajarkan kebebasan. Yaitu, kebebasan hati di mana kaum Muslimin hanya tunduk kepada Allah SWT, berdoa kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya. Firman Allah, “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka, janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya kecuali menyembah Allah.” (QS. Al Jin [72]:18).

Ketiga, masjid mengajarkan persaudaraan. Lima kali dalam sehari umat Islam saling bertemu, berjabat tangan, mempertautkan hati berdasarkan kesamaan akidah, dan membincangkan beragam urusan. Dari sinilah tercipta ukhuwah Islamiah.

Keempat, masjid mengajari kesetaraan. Tidak ada kesetaraan yang mulia melebihi kaum Muslimin di masjid. Orang dewasa duduk dan berdiri bersama dengan remaja dan anak-anak; yang kaya bersebelahan dengan yang miskin; atasan di samping bawahan; kaum elite bersama orang awam. Semuanya sama derajatnya, hanya ketakwaan yang membedakaan mereka. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS Al Hujurat [49]:13).

Begitulah fungsi dan peran masjid dalam pembentukan akhlak dan mental kaum Muslimin. Keberadaannya menjembatani ancaman keretakan dalam ukhuwah dengan merekatkan jurang sosial akibat perbedaan kelas, ras, suku, afiliasi politik, dan sebagainya. Kesadaran ukhuwah sangatlah penting mengingat modernitas cenderung mengajak semua orang bersikap individualis dan egois.

Senin, 10 Januari 2011

KETIKA KERTAS PUTIH ITU SALAH GORES



Dari Abu Hurairah r.a. berkata :Rasulullah SAW bersabda : Tiada seorang anakpun yang lahir kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, makakedua orang tuanyalah yang menjadikan ia beragama Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR.Muslim)

Sahabat sekalian yang senantiasa dalam naungan Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT, diantara 3 kekayaan yang akan kekal sampai Alam Penantian kita kelak adalah Anak yang Shaleh yang senantiasa memberikan Penghargaan dan Do’a kepada kita sebagai orang tua, namun apa yang akan terjadi jika anak-anak yang kita lahirkan itu kesuciannya ternoda oleh tangan kotor dan perilaku kita sebagai orang tua ? , mungkin kisah dibawah ini dapat menjadi renungan untuk kita semua…….


Menjelang istirahat di sebuah kursus pelatiahan, sang Motivator mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. " Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda ? ", tanyanya., lalu Motivator itu menunjuk salah seorang wanita cantik bernama Nisa.


Nisa diminta maju menuliskan 20 nama orang yang paling berharga dalam kehidupannya. Nisapun kemudian menuliskan 20 nama di papan tulis, ada nama tetangga, teman belajar, saudara, orang tua dan orang-orang tercinta lainnya.

Kemudian sang motivator meminta mencoret satu nama yang dianggap kurang penting, nisa mencoret nama tetangganya, lalu motivator itu menyilahkan mencoret satu nama lagi yang kurang penting, sekarang Nisa mencoret nama teman belajarnya.


Begitu seterusnya sampai pada akhirnya di papan tulis tersisa 5 nama yaitu Ayahnya, Ibunya, kakeknya, neneknya dan nama suaminya. Suasana kelas mendadak sunyi, semua peserta pelatihan memusatkan perhatian kepada sang Motivator, menebak-nebak intruksi selanjutnya dari sang motivator itu. Di tengah keheningan sang motivator berkata " coret dua nama lagi ! ", dengan tangan gemetar Nisa dan gelisah diangkatnya spidol kemudian mencoret nama Ayah dan Ibunya.

Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas demikian juga Nisa yang mengeluarkan buliran air mata membasahi pipinya seolah mengingat sesuatu yang cukup menyakitkan, kemudian dia coret juga nama kakek neneknya dan hanya tertinggal nama suaminya, lalu dia bergegas kembali ke tempat duduk karena tidak mampu menahan tangis.


Setelah suasana sedikit tenang, sang motivator itu lalu bertanya : " orang yang berharga dalam hidup Anda bukan kedua orang tua Anda ? orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda, kakek nenek yang mengasihi dan menyayangi Anda, sedangkan suami masih bisa dicari lagi apalagi Anda masih cukup muda. Mengapa Anda memilh sosok suami sebagai orang yang paling berharga ? boleh Anda maju lagi menjelaskannya ! ".


Semua mata tertuju kepada Nisa, wanita cantik yang sekarang berada di depan kelas, sambil terisak Nisa bercerita : " semenjak aku kecil sampai aku dewasa tidak pernah aku rasakan ciuman cinta dari papa dan mamaku, yang aku terima dari mama hanyalah cacian dan kata-kata yang menyakitkan, kamu bego, kamu bodoh, tolol dan lain-lain, dan ketika aku masih usia SD sebuah putung rokok papa mendarat di pahaku serta kekerasan fisik lain yang susah aku lupakan sampai sekarang, bersyukur aku punya kakek nenek yang sangat menyayangiku sebagai tumpuhan segala penderitaanku, namun sayang kakek meninggal sejak aku masih kecil sedangkan nenek tinggal cukup jauh dari rumahku ", mendadak suasana kelas semakin gaduh dengan isak tangis demikian juga air mata Nisa yang semakin deras berjatuhan.


Setelah suasana tangis di kelas mereda, sang motivator kembali bertanya : " lalu ada apa dengan suami Anda begitu berharga dalam hidup Anda ? ", Nisa tiba-tiba tersenyum, : " ketika hidupku diambang jurang kehancuran dan nista, dia hadir memenuhi relung-relung jiwaku yang sudah sekian lama hampa, dia membimbingku dan menunjukkan jalan yang lurus, dia membangkitkan semangat belajarku yang telah punah dan mengantarku meraih gelar sarjana, dia memotivasi aku dan memberikan kepadaku Visi Hidup menuju sukses di masa depan, Aku bersyukur bertemu dengan suami yang sangat perhatian dan selalu memahami problematikan hidupku, sehingga aku tidak lagi mendendam dengan kedua orang tuaku ".


Thank You Allah,
I Love You my husband forever Mama, Papa, I am Sorry if I must far your life. for You All, I am not as your thoughts

Sahabat, melahirkan anak atau Generasi yang Shaleh dan Sahalehah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita, karena betapa gelombang kemaksiatan sangat besar dan akan menghantam setiap kita, hanya dengan melibatkan Tangan Allah disetiap aktifitas pendidikan dan pembinaan terhadap anak dan generasi kita yang akan mampu mencetak Generasi yang unggul , Shaleh dan Shalehah sebagaimana yang kita semua harapkan.

Bersama mari, kita bantu bangun Generasi yang Shaleh dan Shalehah dari kalangan Yatim dan Dhu’afa.

disalin dari ikhwan yg baik hati