Kamis, 18 Desember 2014

Muslimah Inspiratif 2014 (Maryam Al Mansuri)

Maryam Al Mansuri

ISIS sulit bergerak di Kota Kobani, perbatasan Suriah-Turki. Pangkal masalahnya adalah bombardir jet tempur gabungan AS, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Siapa sangka, pilot salah satu jet tempur itu adalah perempuan muslim berparas cantik. Perkenalkan Mayor Maryam Al Mansuri, 35 tahun. Dia berdinas di Angkatan Udara Uni Emirat Arab.
Sejak akhir September 2014, dia ikut menggempur basis-basis pertahanan ISIS dari udara. Lahir di Abu Dhabi, Mansuri anak pertama dari delapan bersaudara. Keluarganya mendukung karirnya di militer, selepas lulus dari Universitas Zayed Air pada 2007.
Bagi kalangan perempuan di Teluk, Maryam membuka jalan yang selama ini tak terbayangkan. "Dia berhasil membengkokkan citra perempuan muslim di Timur Tengah. Dia adalah contoh bagi muslimah lainnya," kata pengajar Universitas Sharjah Muhammad Ayesh.

Muslimah Inspiratif 2014 (Dwi Rubiyanti Kholifah)

Dwi Rubiyanti Kholifah

Merdeka.com - Ini adalah tokoh asal Indonesia. Namanya Dwi Rubiyanti Kholifah. Institusi pers kredibel sekelas BBC menobatkannya sebagai salah satu dari 100 perempuan berprestasi dunia pada 2014. Penghargaan lain juga dia dapat dari The Asian Foundation.
Dwi aktif di Asian Muslim Action Network (AMAN). Lembaga ini mempromosikan dialog lintas agama dan peningkatan peran perempuan.
Bersama muslimah lain dari Irak, Malaysia, Libanon, hingga Nepal, Dwi aktif menggalang dukungan untuk menghentikan kekerasan berlatar kebencian Sunni-Syiah. Lembaga ini sekaligus mendirikan sekolah bagi perempuan di pedesaan maupun komunitas adat.

Muslimah Inspiratif 2014 (Malala Yousafzai)

Malala Yousafzai

Oktober 2012, Malala Yousafzai ditembak di kepala oleh sekelompok militan Taliban Pakistan ketika hendak berangkat sekolah. Atas mujizat Tuhan, dia berhasil selamat.
Dia ditembak lantaran ngotot memperjuangkan hak perempuan menempuh pendidikan. Sembuh dari luka parah itu bukannya membuat Malala diam saja. Dia justru semakin aktif menggalang kampanye.
Gadis 17 tahun itu kini tinggal di Kota Birmingham, Inggris bersama orang tuanya. Mereka rela keliling dunia untuk memperjuangkan hak bisa bersekolah bagi semua perempuan di Pakistan. Malala berbicara di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun forum internasional lainnya.
Tahun ini dia dinobatkan sebagai peraih Nobel Perdamaian yang prestisius. Malala menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda sejagat.

Muslimah Inspiratif 2014 Maryam Mirzakhani

Maryam Mirzakhani
Maryam adalah muslim kelahiran Iran yang kini berkarir di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Wanita 37 tahun itu adalah muslimah yang lahir dan besar di Teheran.
Bakatnya di bidang eksakta terlihat sejak kecil. Pada jenjang setara SMA, Maryam menjuarai lomba matematika di Hong Kong dan Toronto. Nilai yang diraih sempurna.
Selanjutnya, dia pun meneruskan pendidikan di Universitas Teknologi Sharif di Teheran. Maryam sanggup menemukan formula menghitung permukaan obyek berbentuk lengkung yang presisi.
Atas kecermelangannya, Maryam dihadiahi beasiswa ke Amerika Serikat. Jenjang S2 dan S3 dirampungkan di Negeri Paman Sam. Maryam pun berkarir di sana.
Tahun ini, Maryam dinobatkan sebagai peraih penghargaan Fields medal atas sumbangsihnya memperkaya geometri. Anugerah itu setara dengan Nobel. Maryam menjadi wanita pertama sepanjang sejarah yang sanggup meraihnya




Senin, 10 Oktober 2011

Einstein terpesona Hadist Nabi Muhammad SAW

Assalamualaikum wa RohmatuAllahi waBarokatuh ...

Bagaimana Sebuah Hadis Membuat Einstein Terkesima?

Albert Einstein, ilmuan fisika terbesar sepanjang masa dalam sebuah risalah terakhirnya menulis, Islam lebih utama, lebih sempurna dan lebih logis dibanding agama-agama dunia yang ada. Risalah ilmiahnya itu berjudul “Die Erklarung” yang ditulis dalam bahasa Jerman pada tahun 1954 di Amerika.einstein.jpg

Risalah ini pada hakikatnya sama dengan surat rahasia yang ditulisnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi. Dalam risalah ini, Einstein membuktikan teori relativitasnya dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis dari buku Nahjul Balaghah dan Bihar Al-Anwar. Ia mengatakan, hadis-hadis punya muatan seperti ini tidak bakal di mazhab lain. Hanya mazhab Syiah yang memiliki hadis dari para Imam mereka yang memuat teori kompleks seperti Relativitas. Sayangnya, kebanyakan ilmuannya tidak mengetahui hal itu.

Salah satu hadis yang menjadi sandarannya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah saw. Disebutkan, “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah bejana berisi air yang menyebabkan air tumpah. Setelah Nabi kembali dari Mi’raj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang mahal harganya, karena menjelaskan kemampuan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani berbanding terbalik dengan formula terkenal “relativitas materi dan energi”.

E = M.C2 >> M = E :C2

Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi, ia dapat kembali berujud semula, hidup kembali.

Dalam suratnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi, sebagai penghormatan ia selalu menggunakan kata panggilan “Boroujerdi Senior”, dan untuk menggembirakan roh Prof. Hesabi, ia menggunakan kata “Hesabi yang mulia”.

Naskah asli risalah ini masih tersimpan dalam Safety Box rahasia London (di bagian tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi), dengan alasan keamanan.

Risalah ini dibeli oleh Prof. Ibrahim Mahdavi (tinggal di London) dengan bantuan salah satu anggota perusahaan pembuat mobil Benz seharga 3 juta dolar dari seorang penjual barang antik Yahudi.

Tulisan tangan Einstein di semua halaman buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan oleh para pakar manuskrip.

SubhanaAllah, WaAllahu alam bissawab.

Ref > http://www.bayt alhikmah.infoSyiah.ufukpress.com/modules.php

Minggu, 21 Agustus 2011

Do’a Dua Malaikat Setiap Subuh




Do’a Dua Malaikat Setiap Subuh

Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berinfaq. Anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.

Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
(QS Al-Baqarah ayat 1-3)

Dalam ayat di atas Allah ta’aala menyebutkan karakter muttaqin yang biasa berinfaq bersama karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an hampir selalu karakter menegakkan sholat dan mengeluarkan infaq disebutkan dalam suatu rangkaian berpasangan. Hal ini mudah dimengerti sebab ajaran Islam selalu menekankan keseimbangan dalam segala sesuatu. Islam bukan semata ajaran yang mewujudkan hubungan antara hamba dengan rabbnya atau hablum minAllah, tetapi juga hubungan antara hamba dengan sesama hamba atau hablum minan-naas.

Uniknya lagi, di dalam ajaran Islam bila suatu perintah Allah ta’aala dilaksanakan, maka bukan saja hal itu menunjukkan kepatuhan seorang hamba akan rabbnya, melainkan dijamin bakal mendatangkan manfaat bagi si hamba. Ini yang disebut dengan fadhilah atau keutamaan suatu ’amal-perbuatan. Misalnya sholat malam atau tahajjud. Allah ta’aala menjanjikan bagi pelakunya bakal memperoleh kekuatan daya pengaruh ketika berbicara.


“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS AlMuzzammil ayat 1-5)

Contoh lainnya bila seseorang meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’aala maka di antara fadhilah yang akan ia peroleh adalah penambahan ilmu dari Allah ta’aala, jalan keluar kesulitan hidupnya serta rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.

”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah (akan) mengajarmu.” (QS AlBaqrh ay 282)


”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)

Demikian pula dengan berinfaq. Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia. Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.

Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq yang penting melainkan kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”
(QS Ali Imran ayat 133-134)

Demikian semoga bermanfaat, dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Wabilahi Taufik wal hidayah

Wasalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Trims Frend atas tusiahnya

Senin, 18 Juli 2011

Nisfu Sya'ban


Bersabda Rasulullah s.a.w:
Jika datang malam nisfu sya’ban maka bangunlah (untuk beribadah kepada Nya) pada malamnya, dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya Allah menurunkan sejak terbenamnya matahari sampai langit dunia dan berkata: siapa saja yang minta ampun akan akan diampuni, siapa saja meminta kesehatan akan diberikan kesembuhan dan kesehatan, siapa saja yang meminta kelapangan rezeki akan dianugerahkan kelapangan rezeki, dan siapa saja meminta apa saja Aku penuhi sampai waktu fajar. (Al Qurtubi).
Kata sya’ban berasal dari kata asy-sya’bi yang artinya jalan di gunung; jalan yang sangat banyak kebaikan. Dari Aisyah RA berkata Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya rahmat Allah turun pada pada malam pertengahan bulan Sya’ban, ke langit dunia, maka Allah memberikan ampunan lebih banyak daripada bilangan rambut kambing milik kafilah Kilab.” (HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah dari Aisyah RA)

Bani Kilab secara khusus disebutkan, tidak lain mereka paling banyak penduduknya dan kambing-kambingnya daripada kafilah lian.


Arti hadits ini ialah bahwasanya Allah Ta’ala pada malam itu menjadikan sifat keagungan-Nya yang oleh karenanya Dia berkuasa memaksa hamba-Nya dan membalas dendam terhadap orang-orang yang melanggar perintah-Nya, menjadikan sifat kebaikan-Nya yang oleh karenanya Dia memberi rahmat dan ampunan. Menurut riwayat dari Abu Ummah Al Bahili RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda;


“Apabila datang bulan Sya’ban, maka bersihkanlah dirimu dan perbaikilah niatmu di dalamnya.


Demikian pula Aisyah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah berpuasa, sehingga Aisyah menduga beliau tidak akan berbuka, tetapi beliau juga selalu berbuka, sehingga Aisyah mengatakan beliau tidak berpuasa. Dan menurut keterangan Aisyah RA bahwa kebanyakan puasa beliau adalah di dalam bulan Sya’ban. menurut An Nasa’i yang meriwayatkan hadits dari Usamah RA bahwa Usamah pertanya bertanya kepada Rasulullah SAW;
“Ya Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain, seperti puasamu di bulan Sya’ban.


Beliau menjawab; “Itu adalah suatu bulan di antara Rajab dan Ramadhan, yang biasanya manusia lengah daripadanya. Sedangkan amal-amal ini diangkat kepada Tuhan sekalian alam di dalam bulan itu, maka aku suka, jika amalku diangkat (dilaporkan) ketika aku sedang di dalam keadaan berpuasa.


Aisyah RA berkata; “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh, kecuali di bulan Ramadhan. Dan akupun tidak pernah melihat beliau di bulan yang lain berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.


Di dalam suatu riwayat disebutkan; bahwa Rasulullah SAW telah berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya. Tetapi Imam Muslim meriwayatkan; bahwa beliau telah berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit.


Dari dua riwayat ini menunjukan, bahwa yang kedua menjelaskan riwayat yang pertama. Jadi yang dimaksud dengan kata “seluruhnya” adalah sebahagian besarnya.


Di dalam suatu keterangan disebutkan; bahwa malaikat-malaikat di langit juga memiliki dua malam hari raya, sebagaimana orang-orang Islam di bumi memiliki dua malam hari raya. Hanya saja bedanya, malam hari raya malaikat adalah malam Bara’ah yaitu malam Nisfu Sya’ban disebut malam hari raya malaikat.


As-Subki menguraikan dalam tafsirnya; “Sesungguhnya malam Nisfu Sya’ban, malam menutup (menghapus) dosa-dosa setahun, sedangkan malam Jum’at menutup dosa-dosa seminggu dan malam Lailatul Qadar menutup (menghapus) dosa-dosa seumur hidup.”


Inilah landasan bahwa perubahan takdir dapat dilakukan oleh Yang Maha Membuat & Menetapkan takdir. Allah berfirman:

"Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz). (QS Ar-Ra’d: 39).


Dari uraian tersebut kita dapat mengambil pengertian, bahwa menghidupkan dan mengisi malam-malam tersebut dengan ibadah dapat menghapuskan dosa.

Malam Nisfu Sya’ban juga disebut malam takfir (penutup) dan malam kehidupan. Menurut Al Mundzir, yang meriwayatkannya dengan marfu’ menyebutkan; “Barangsiapa yang menhidupkan (mengisi) dua malam hari raya dan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah, hatinya tidak akan mati pada saatnya hati ini mati.”

Memang takdir tak bisa dirubah, namun yg membuat & menetapkan takdir bisa merubah atau membatalkan takdir dg Kekuasaan dan Izin-NYA. Nisfu Sya'ban adalah waktu dimana Allah memberi kesempatan bagi hamba-NYA untuk memohon perubahan takdir dari yg buruk-buruk menjadi takdir yg baik-baik. Maka patut berantusiaslah & berkhidmatlah dg peluang emas yg diberikan di bulan Sya'ban ini untuk memohon berbagai kebaikan dari-NYA.

Dia juga disebut malam safaat, sebagaiman diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW meminta safaat untuk ummatnya kepada Allah SWT pada malam ketiga belas, lalu Allah memberinya sepertiga. Beliau meminta lagi kepada-Nya pada malam keempat belas, lalu Allah SWT memberikan dua pertiga, dan ketika beliau meminta lagi pada malam kelima belas, lalu Allah SWT memberi seluruhnya, kecuali orang yang lari dari melepaskan (menhindari) diri dari Allah dengan melangsungkan perbuatan durhaka. Selain itu, malam Nisfu Sya’ban disebut juga malam maghfirah dan malam kemerdekaan. Imam Ahmad meriwayatkan;
“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Sesungguhnya pada malam setengah (Nisfu) Sya’ban, Allah nampak kepada hamba-hamba-Nya, lalu mengampuni penghuni bumi, kecuali dua orang laki-laki, yaitu orang musyrik dan pendendam.”

Aisyah berkata:
“Ya Unais, duduklah. Aku juga akan menceritakan kepadamu tentang bagian giliranku dari Rasulullah SAW. Beliau datang dan bersamaku masuk kedalam selimutku. Pada tengah malam aku terbangun dan aku tidak melihat beliau ada disisiku lagi. Lalu aku berkata (dalam hati);

“Mungkinkah beliau pergi ke perempuan (istri) mudanya Al Qibthiyah. Maka keluarlah aku dan aku lewat di masjid, lalu kakiku menyentuhya dan ketika beliau sedang bersabda; “Telah sujud kepada-Mu tubuh dan diriku, dan hatiku beriman kepada-Mu. Ini tanganku dan dengan tangan ini aku memetik sesuatu faedah atas diriku. Wahai Tuhan Maha agung yang menjadi tumpuhan harapan untuk setiap urusan-urusan besar, ampunilah dosa yang besar. Wajahku sujud kepada-Mu Tuhan yang telah menciptakannya, membuat rupanya, membelah pendengaran dan penglihatan.”


Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda pula:
“Ya Allah, berilah aku rizki hati yang bertaqwa, suci bersih dari syirik, tidak kafir dan tidak pula celaka.”

Beliau bersabda: “Ya Humaira (panggilan untuk Siti Aisyah), bukankah engkau mengetahui, bahwa malam hari ini sesungguhnya malam Nisfu Sya’ban?
Dan sesungguhnya malam ini Allah Azza wa Jalla memiliki orang-orang yang dimerdekakan dari neraka sebanyak bilangan kambing suku Kalbin, kecuali enam golongan;


1. Bukan peminum arak (minuman keras yang memabukkan)


2. Bukan orang yang berani kepada orang tuanya

3. Bukan orang yag melangsungkan (melanggengkan) zinah

4. Bukan orang yang memutuskan (hubungan famili)

5. Bukan mudharrib, dan

6. Bukan pengadu domba (orang yang suka menghasut)

Di dalam riwayat lain disebut “mushawwir” (menggambarkan) sebagai kata ganti “muddharrib” (mendorong permusuhan). Dan dia (Nisfu Sya’ban) juga disebut malam pembagian dan penentuan, sebagai mana Atha’ bin Yasar meriwayatkan; bahwa apabila datang malam Nisfu Sya’ban, setiap orang yang akan mati disalinlah (digantilah) bagi malaikat maut dari Sya’ban kepada Sya’ban berikut. Dan sesungguhnyalah, seseorang hamba benar-benar dalam keadaan sedang menanam tanaman, mengawini (menggauli) beberapa istri dan membangun (mendirikan) bangunan, padahal namanya telahdi salin dalam deretan orang-orang mati. Dan tidaklah malaikat menuggu, kecuali diperintahkan untuk hamba itu lalu dia mencabutnya.

Mari kita optimalkan ibadah di bulan Sya'ban

Berdasarkan uraian di atas maka Nabi SAW, istri dan para sahabatya menjadikan bulan Sya’ban terutama malam-malam harinya sebagai tempat banyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah, mohon maghfirah Allah serta bermohon kapada-Nya agar dapat dipertemukan dengan Bulan Ramadhan yang akan tiba. Maka tidak ada dasarnya apabila bulan Sya’ban disisi kegiatan-kegiatan yang nyata-nyata bernuansa syirik.