Senin, 23 November 2015

Temuan Terbaru Misteri Bahtera Nabi Nuh

# : 3/6


Bahtera Nabi Nuh masih menyisakan banyak misteri bagi semua umat manusia sepanjang zaman, terutama bagi para arkeolog.

Dikisahkan, Nabi Nuh diperintahkan Allah SWT untuk membuat sebuah kapal besar untuk menyelamatkan kerabat dan orang-orang yang beriman, serta pasangan binatang dari berbagai jenis, sebelum datang banjir besar.
Kini banyak ilmuwan yang meyakini bahwa di Gunung Ararat, Turki terdapat sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh.

Bahkan, tim arkeolog yang tergabung dalam Noah's Ark Ministries International (NAMI) yang berbasis di Hong Kong mengumumkan pada lima tahun lalu, mereka telah menemukan sebuah struktur kayu kuno di Gunung Ararat, yang kemungkinan bagian dari Bahtera Nabi Nuh.
NAMI mengungkapkan pada April 2010, mereka menemukan apa yang diyakini bagian dari Bahtera Nuh di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, terkubur di bawah batu vulkanik dan es di Gunung Ararat.

Menurut laporan Charisma News, pada 15 Oktober tahun ini, Ahmet Ertugrul, ahli dan penemu Turki yang memimpin NAMI, akan tampil dalam acara khusus yang diselenggarakan Southern Evangelical Seminary (SES) untuk mempresentasikan penemuannya.
Ertugrul diharapkan bisa menjawab segala pertanyaan tentang penemuan awal dari Bahtera Nabi Nuh tersebut.

Dia kemungkinan akan mengumumkan informasi terbaru terkait Bahtera Nuh bersama dengan sebuah panel yang terdiri dari saksi mata dan ahli.
Dalam panel itu ada Philip Williams, seorang insinyur dan mantan pengusaha telekomunikasi Amerika. Dia akan mempresentasikan temuannya sendiri terkait dengan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh, terutama foto-foto, kesaksian dan video dari perjalanan yang dibuat di Gunung Ararat tahun lalu.
Williams adalah salah satu orang Amerika pertama yang pertama kali menyelidiki struktur Bahtera Nabi Nuh dan telah mempelajarinya selama dua dekade terakhir. Dia juga menjawab tuduhan bohong terkait temuan terbaru Bahtera Nabi Nuh.

Mengapa Jasad Nabi dan Syuhada Tak Membusuk ?



# : 2/6

Dunia tak terlepas dari berbagai keajaiban yang terkadang sulit dipercaya atau bahkan tak bisa diterima nalar. Salah satu yang pernah kita dengar misalnya, tak membusuknya jasad para Nabi dan syuhada.

Mengobati rasa penasaran masyarakat mengenai fenomena ajaib tersebut, Dr Abdul Hamid Al Qudhah mencoba membuktikan lewat penelitiannya. Hasil risetnya kemudian diuraikan dalam buku Al Mikrubat wa Karamatusy Syuhada, yang telah diterjemahkan dengan judul Jasad Syuhada Tak Membusuk.

Diawali dengan definisi dan penjelasan mikroba, keajaiban-keajaiban mikroba yang berhasil ditemukannya melalui serangkaian riset. Selanjutnya ia mulai menjelaskan mengapa jasad para Nabi dan syuhada tidak membusuk.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya menjelaskan bahwa jasad para Nabi tidak akan dimakan (binatang) tanah. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya yang paling utama di antara hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan dan dimatikan. Pada hari ini pula terjadi peniupan sangkakala dan kematian massal. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari ini karena shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu telah lapuk (remuk)” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan (binatang) tanah memakan jasad para Nabi ‘alaihimus salam.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah)

Sedangkan mengenai para syuhada, Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)

Ayat ini banyak dimaknai bahwa jasad syuhada tidak dimakan mikroba sebagaimana jasad para Nabi. Terlebih ketika banyak ditemukan fakta bahwa jasad syuhada masih utuh. Misalnya jasad syuhada Perang Uhud dan mujahidin Palestina yang ditampilkan dalam buku itu.


Lalu mengapa mikroba tidak merusak jasad para Nabi dan syuhada? Tentu jawabannya, karena Allah-lah yang memerintahkan mikroba berbuat demikian. Allah yang menciptakan mikroba, membuat ibahwa tugas mikroba menguraikan makhluk hidup yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu yang dikehendaki-Nya.
“Jadi, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh kepada Penciptanya,” simpul Dr. Abdul Hamid Al Qudhah. Subhanallah... 

Ternyata Samson Adalah Seorang Nabi

# : 1/6
 

Bahwa pada suatu malam di bulan Suci Ramadhan, Rasulullah berkumpul dengan para sahabat. Rasulullah bercerita tentang seorang nabi bernama Sam'un Al Ghozi.




Seperti yang didalam ajaran agama Islam, jumlah Nabi menurut hadits berjumlah 124.000 orang, dan Rasul berjumlah 312 orang. Sesuai rukun Iman yang ke-4, di dalam rukun Iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang Nabi dan Rasul.

Dari Abi Zar RA., bahwa Rasulullah saw bersabda ketika ditanya tentang jumlah Nabi;
"Jumlah para Nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000)"
"Lalu berapa jumlah Rasul diantara mereka?"
"Tiga ratus dua belas (312)"
(HR. At-Turmuzy)

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan; bahwa Rasulullah saw tersenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya;
"Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"
Rasulullah SAW menjawab;
"Diperlihatkan kepadaku hari akhir dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam Syurga. Ada seorang nabi yang dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam Syurga, dia adalah Sam'un."

Siapakah Sam'un?

Sam'un Al Ghozi lebih dikenal dengan nama Samson. Ialah orang yang mempunyai kekuatan luar biasa yang tidak terkalahkan, yang kelemahannya terletak pada rambutnya. 
Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam'un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.
Nabi Sam'un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam'un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.
Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam'un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.
Dikisahkan Nabi Sam'un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam'un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Kamis, 18 Desember 2014

Muslimah Inspiratif 2014 (Sayidah Hussein Warsi)

 Sayidah Hussein Warsi

Sayidah Hussein Warsi adalah menteri perempuan di Inggris yang beragama muslim. Putri imigran Pakistan ini ditunjuk oleh Perdana Menteri David Cameron pada 2010 mengurusi Komunitas dan Aliran Kepercayaan. Dia sekaligus merangkap menteri senior urusan urusan persemakmuran.
Politikus Partai Konservatif ini menapaki karir sebagai pengacara kondang di Inggris. Sejak 2007, Warsi sudah aktif sebagai menteri bayangan saat masih menjadi oposisi Partai Buruh.
Sayangnya, sikap partainya yang ambigu terhadap agresi Gaza oleh Israel membikin Warsi dongkol.
Dia mundur dari posisinya Agustus 2014. Warsi berkeras, pemerintah Inggris berlumur darah lantaran membiarkan Zionis membantai 2.200 orang, mayoritas anak-anak dan wanita Gaza.
Walau kini tak lagi ada di kabinet, Warsi adalah pelobi aktif yang mendesak parlemen Inggris mengakui kedaulatan Palestina. Lembaga Royal Islamic Strategic Center menobatkannya sebagai salah satu dari 500 tokoh muslim paling berpengaruh sejagat.