# : 2/6
Dunia
tak terlepas dari berbagai keajaiban yang terkadang sulit dipercaya atau bahkan
tak bisa diterima nalar. Salah satu yang pernah kita dengar misalnya, tak
membusuknya jasad para Nabi dan syuhada.
Mengobati
rasa penasaran masyarakat mengenai fenomena ajaib tersebut, Dr Abdul Hamid Al
Qudhah mencoba membuktikan lewat penelitiannya. Hasil risetnya kemudian
diuraikan dalam buku Al Mikrubat wa Karamatusy Syuhada, yang
telah diterjemahkan dengan judul Jasad Syuhada Tak Membusuk.
Diawali
dengan definisi dan penjelasan mikroba, keajaiban-keajaiban mikroba yang
berhasil ditemukannya melalui serangkaian riset. Selanjutnya ia mulai
menjelaskan mengapa jasad para Nabi dan syuhada tidak membusuk.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dalam
sabdanya menjelaskan bahwa jasad para Nabi tidak akan dimakan (binatang) tanah.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya
yang paling utama di antara hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam
diciptakan dan dimatikan. Pada hari ini pula terjadi peniupan sangkakala dan
kematian massal. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari ini karena
shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai
Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu
telah lapuk (remuk)” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
mengharamkan (binatang) tanah memakan jasad para Nabi ‘alaihimus salam.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah)
Sedangkan
mengenai para syuhada, Allah SWT berfirman:
“Dan
janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah,
(bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu
tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)
Ayat ini banyak dimaknai bahwa jasad syuhada tidak dimakan mikroba sebagaimana jasad para Nabi. Terlebih ketika banyak ditemukan fakta bahwa jasad syuhada masih utuh. Misalnya jasad syuhada Perang Uhud dan mujahidin Palestina yang ditampilkan dalam buku itu.
Lalu
mengapa mikroba tidak merusak jasad para Nabi dan syuhada? Tentu jawabannya,
karena Allah-lah yang memerintahkan mikroba berbuat demikian. Allah yang
menciptakan mikroba, membuat ibahwa tugas mikroba menguraikan makhluk hidup
yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu
yang dikehendaki-Nya.
“Jadi, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh
kepada Penciptanya,” simpul Dr. Abdul Hamid Al Qudhah. Subhanallah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar