Bahtera Nabi Nuh masih menyisakan banyak misteri
bagi semua umat manusia sepanjang zaman, terutama bagi para arkeolog.
Dikisahkan, Nabi Nuh diperintahkan Allah SWT
untuk membuat sebuah kapal besar untuk menyelamatkan kerabat dan orang-orang
yang beriman, serta pasangan binatang dari berbagai jenis, sebelum datang
banjir besar.
Kini banyak ilmuwan yang meyakini bahwa di Gunung
Ararat, Turki terdapat sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh.
Bahkan, tim arkeolog yang tergabung dalam Noah's
Ark Ministries International (NAMI) yang berbasis di Hong Kong mengumumkan pada
lima tahun lalu, mereka telah menemukan sebuah struktur kayu kuno di Gunung
Ararat, yang kemungkinan bagian dari Bahtera Nabi Nuh.
NAMI mengungkapkan pada April 2010, mereka
menemukan apa yang diyakini bagian dari Bahtera Nuh di ketinggian 4.000 meter
di atas permukaan laut, terkubur di bawah batu vulkanik dan es di Gunung
Ararat.
Menurut laporan Charisma News, pada 15 Oktober
tahun ini, Ahmet Ertugrul, ahli dan penemu Turki yang memimpin NAMI, akan
tampil dalam acara khusus yang diselenggarakan Southern Evangelical Seminary
(SES) untuk mempresentasikan penemuannya.
Ertugrul diharapkan bisa menjawab segala
pertanyaan tentang penemuan awal dari Bahtera Nabi Nuh tersebut.
Dia kemungkinan akan mengumumkan informasi
terbaru terkait Bahtera Nuh bersama dengan sebuah panel yang terdiri dari saksi
mata dan ahli.
Dalam panel itu ada Philip Williams, seorang
insinyur dan mantan pengusaha telekomunikasi Amerika. Dia akan mempresentasikan
temuannya sendiri terkait dengan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh, terutama
foto-foto, kesaksian dan video dari perjalanan yang dibuat di Gunung Ararat
tahun lalu.
Williams adalah salah satu orang Amerika pertama
yang pertama kali menyelidiki struktur Bahtera Nabi Nuh dan telah
mempelajarinya selama dua dekade terakhir. Dia juga menjawab tuduhan bohong
terkait temuan terbaru Bahtera Nabi Nuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar