# : 6/6
Sodom. Inilah kota yang lenyap “ditelan” Bumi.
Wilayah yang diyakini sebagai tempat peradaban kaum Nabi Luth AS ini sirna
akibat bencana dahsyat.
Dalam Alquran disebutkan Allah murka atas
kemaksiatan kaum Nabi Luth. Selain menyembah berhala, mereka dikenal gemar
berzina, penyuka sesama jenis, dan kemaksiatan lain.
Dosa-dosa itu membuat Allah murka. Kota tersebut
kemudian “dijungkirbalikkan”. Musnah.
“Maka tatkala datang azab Kami, Kami
jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami
hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.”
[Surat Hud Ayat 82].
Setelah ribuan tahun, para ilmuwan mencari kota
yang hilang itu. Sejak 2005, mereka melakukan ekskavasi di Tall el-Hammam,
Yordania. Wilayah yang terletak di timur Sungai Yordan itu diyakini menjadi
lokasi reruntuhan Kota Sodom yang dilaknat itu.
Para ilmuwan yakin Kota Sodom dan juga Goromah
terletak di lembah Sungai Yordan, sebelah utara Danau Mati. Sodom diyakini
sebagai kota yang besar, makmur, dan menjadi pusat perdagangan semasa jayanya.
Dan kini, setelah satu dekade penggalian, para
ilmuwan sangat yakin, di sanalah Kota Sodom dulunya berdiri. Dalam ekskavasi
itu, mereka mendapat temuan yang mengejutkan.
Dikutip Dream dari Daily
Mail, Kamis 15 Oktober 2015, para ilmuwan menemukan puing-puing kota dari
Zaman Perunggu di Tall el-Hammam. Kota ini diyakini sangat mirip dengan Sodom
yang digambarkan dalam kitab suci.
Reruntuhan yang diduga sebagai Kota Sodom itu
sangatlah luas. Diyakini sebagai kota terluas di wilayah itu, lima hingga
sepuluh kali luas kota-kota di sekitarnya.
Steven Collins, ilmuwan Trinity Southwestern
University, New Mexico, Amerika Serikat, yang memimpin penelitian tersebut
mengklaim, timnya menemukan bukti adanya kota yang diperluas, dilengkapi
dinding pertahanan dari bata merah dengan tebal 5,2 meter dan tinggi 10 meter.
Tembok ini dilengkapi dengan gerbang, menara
pengawas, dan setidaknya satu jalan. Bagi para peneliti, dinding ini menjadi
bukti bahwa kota itu terus diperluas dan diperkaya.
Selama pertengahan Zaman Perunggu, tembok ini
digantikan dengan benteng yang lebih besar. Lebar 7 meter, bagian atas datar,
dan difungsikan sebagai jalan yang melingkari kota.
Dari temuan-temuan itulah tim yang dipimpin
Collins yakin telah menemukan Kota Sodom yang dilenyapkan itu. Para peneliti
ini juga memberikan bukti lain untuk mendukung keyakinan mereka bahwa Tall
el-Hammam tiba-tiba kosong menjelang akhir Zaman Perunggu.
“Apa yang kami temukan adalah negara-kota yang
penting, negara-kota yang besar, untuk semua tujuan praktis, tidak diketahui
oleh peneliti sebelum kami mulai proyek kami,” kata Collins.
Tall el-Hammam, tambah Collins, sangat cocok
dengan Kota Sodom yang digambarkan di dalam kitab suci, sebagai kota terbesar
yang subur di timur Kikkar. “Sehingga, saya menyimpulkan bahwa siapa pun yang
ingin menemukan Sodom, seseorang harus mencari kota terbesar yang ada di area
ini pada Zaman Perunggu, pada masa Ibrahim,” tambah dia.
Menurut Collins, saat tim melakukan penelitian,
mereka dengan jelas memilih Tall el-Hammam sebagai lokasinya. Sebab, mereka
yakin wilayah itu merupakan kota yang berukuran lima kali kota-kota lain pada
Zaman Perunggu.
“Kami tahu sangat sedikit tentang Zaman Perunggu
di selatan Lembah Sungai Yordan. Kebanyakan peta arkeologi area ini kosong,”
ujat Collins.
Menurut dia, wilayah ini menjadi gurun tak
berpenghuni selama lebih dari 700 tahun. Tapi kemudian, setelah tujuh abad,
wilayah itu mulai berkembang lagi, sebagaimana ditunjukkan adanya gerbang besi
besar yang mengarah ke kota.
Para ilmuwan sangat yakin dengan temuan ini.
Sebab, telah membandingkan temuan-temuan itu dengan fase akhir permukiman lain
di wilayah ini. Sehingga, para arkeolog pimpinan Collins yakin wilayah ini
menjadi kandidat terbaik sebagai Kota Sodom yang hilang itu.
“Tall el-Hammam persis dengan setiap kriteria
Sodom yang disebutkan dalam kitab,” tutur Collins. Kisah Sodom dan Gomorah ini
dikisahkan dalam sejumlah kitab. Selain Alquran, kitab agama lain juga
menceritakan kisahnya.
Lantas, apakah reruntuhan kota yang ditemukan itu
benar-benar Kota Sodom? Meskipun jika temuan ini bukanlah Kota Sodom yang
dikisahkan dalam kitab-kitab, para ilmuwan mengatakan penemuan ini masih sangat
penting. Sebab telah menunjukkan adanya sebuah kota yang sangat luas.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar